Tuesday, September 10, 2013

Tulisan Tentang Gycentium Credas Disorator



Gycentium Credas Disorator adalah nama angkatan IC saya. Angkatan yang satu ini selalu memberikan warna dalam kehidupan saya. Entah itu senang, sedih, marah, kecewa, dan sebagainya. Tapi semuanya selalu terasa istimewa.
                Sebagai contoh, tadi sebenernya saya buka akun facebook buat ngeliat daftar tugas osjur di grup “Teknik Kimia ITB 2012”. Tapi pengen ngeliat grup “Gycentium Credas Disorator” dulu. Tapinya lagi, eeeh, malah kelamaan ngeliatinnya. Soalnya ada banyak post bagus dari anak-anak tentang ultah GCD tanggal 6 September kemaren. Dibacain satu-satu, terus jadi pengen bikin tulisan juga tentang GCD :D.
                Saya memang bukan anggota GCD yang aktif banget, yang sering ngumpul atau komunikasi bareng anak-anak. Tapi tetep aja kan, saya adalah bagian dari mereka. Tetep aja kan, saya sayang sama mereka. Jarang ngumpul bukan berarti nggak sayang, jarang komunikasi bukan berarti lupa.
                Ada banyak cerita yang udah saya lalui bareng GCD. Ada banyak tawa dan tangis. Ada keharuan, juga kekecewaan. Semuanya wajar. Semuanya natural.
                Selalu inget juga dengan heboh+berisiknya anak-anak cowok, terutama bos Alam Afif Makarim. Selalu inget cerianya anak-anak cewek, apalagi Bu Naylah Muna. Selalu inget yang sering dibully, si kapten Alfian Syaputra dan Arif Wisnu Prayoga. Juga ada 115 nama lagi selain nama saya sendiri yang punya keunikan dan kekhasan masing-masing.
                3 tahun bareng GCD di IC bukan waktu yang sebentar untuk mengukir cerita, menggores kisah. Dulu, waktu tahun pertama kita seangkatan malah ada kasus “Anti-Gycen”. Mungkin udah banyak yang lupa. Tapi kasus satu ini cukup bikin GCD terpisah-pisah jadi tiga kubu. Yang satu “Gycen banget”, yang satu jelas “Anti-Gycen”, dan “si pihak netral”. Tapi udahlah, cerita yang ini biar jadi kenangan kelam aja. Biar jadi pembelajaran buat kita semua.
                Kelas dua, mulai banyak banget yang pasang-pasangan. Ada cinlok di mana-mana. Yang ini penting apa nggak sih buat diomongin? :D tapi yang pasti, GCD terlihat makin kompak.
                Tahun ketiga, makin bisa nyatu. Terutama karena banyak pertukaran kelas buat persiapan UN, SNMPTN, dan ujian masuk universitas apa pun. Yang awalnya nggak pernah sekelas malah bisa jadi deket karena kelas-kelas extra ini. Belajar bareng, main bareng, makan bareng. Jujur, semua selalu lebih banyak asiknya daripada sedihnya.
                Tahun keempat, semua berpencar. Misah ke kota universitas masing-masing. Beruntung yang di Jakarta, Bandung, dan Jogja. Di tiga kota ini masih banyak massa GCD-nya. Masih bisa ketemu untuk berbagi cerita fakultas atau jurusan masing-masing. Tapi mamang, jadi jauh lebih jarang ngumpul daripada waktu di IC (iya lah)
                Tahun kelima, tahun keenam, ketujuh, delapan, …, dst akan jadi seperti apa dan bagaimanakah GCD? Entahlah, hanya Dia yang tahu.