he's handsome
he's smart
he's funny
he's loyal
he's good
am i falling in love?
Friday, September 26, 2014
Wednesday, September 17, 2014
Tips Menghadapi Labtek
Badai labtek sudah menyeraaang! Waspadalah,
waspadalah.
Semester ini bisa dibilang sebagai
semester gilanya tekim (semua semester gila sih). Tau kan kenapa? Yap, udah
mulai ada labtek soalnya. Labtek adalah sejenis kuliah yang isinya 50%
praktikum, 25% pembicaraan, 20% laporan, dan 5% dry run dll. Seminggu ada dua
modul yang dipraktikumkan. Sebelum dan sesudah praktikum harus pembicaraan
dengan dosen. Tujuannya sih udah pasti ya, buat menguji kesiapan dan seberapa
ngertinya kita tentang modul tersebut. Nah, yang untuk satu ini, denger-denger
banyak dosen yang nggak pake ampun ngujinya.
Bukan Cuma pembicaraan yang bikin
labtek jadi sesuatu yang bisa bikin kamu lebih milih “kill me now Edward!”. Masih
ada laporan dan lainnya. Laporan ada dua jenis. Laporan singkat dan laporan
lengkap. Laporan singkat dikumpulin H+2 praktikum. Praktikum selasa, laporannya
kamis. Praktikum rabu, laporannya jumat. Tapi nggak semua modul gitu sih. Ada yang
khusus harus ngumpulin laporan pukul 17.00 di hari yang sama dengan praktikum
modul tersebut. Meski dibilang laporan singkat, jangan bayangin ini kayak
laporan praktikum kidas atau fidas semasa tpb dulu ya. Kalo labtek laporan
singkatnya bisa nyampe 50 halaman! Eeh, laporan singkat aja segitu, gimana
laporan lengkapnya? Kalo yang ini bisa dibilang biasa aja sih. Waktunya cukup
longgar soalnya, H+6 praktikum.
Kebayang kan gimana hecticnya
semester ini? Belum lagi ada ppab (istilah lainnya osjur). Nah, makanya nih
saya udah nyiapin beberapa tips untuk menghadapi badai labtek ini. Check it
out!
1.
Hal yang paling dasar dari setiap praktikum
->> bikin jurnal. Yang satu ini nggak boleh ngasal pokoknya. Harus dibikin
sebener-benernya bener. Apalagi di bagian Data Pengamatan, harus dibuat
selengkap-lengkapnya. Kalo nggak ntar bermasalah waktu mau ngumpulin Lembar
Data ke asisten. Asisten bakal ngecek kesamaannya, bahkan sampe titik koma
sekalipun! Yah, pokoknya bikin jurnal jangan sok ide deh. Liat modul nggak
cukup! Harus ada referensi lain, terutama jurnal kakak tingkat tentang gimana
prosedur kerja dan data pengamatannya. Tapi bukan nyontek lho yaa.
2.
Cari referensi sebanyak-banyaknya buat
pembicaraan. Masalahnya adalah kita harus jawab pertanyaan dari dosen-dosen
yang memang ahli di modul yang bersangkutan. Kalo kita nggak bisa memuaskan
beliau-beliau, alhasil harus siap-siap buat pembicaraan ulang. Nggak semua
dosen gitu sih emang, tapi kan nggak ada salahnya juga kalo kita belajar lebih.
3.
Selalu cek hp! Dosen suka tiba-tiba ngasi jadwal
pembicaraan J-sekian soalnya. Wajar lah, beliau-beliau kan sibuk dan kesibukannya
jelas, nggak kaya kita yang sibuk nggak jelas. Hayo deh ngaku.
4.
Utamakan labtek tapi jangan ngorbanin mata
kuliah lain. Nggak baik itu, Nak.
5.
Kenalin asisten. Hargai mereka. Emang sih mereka
Cuma setingkat di atas tapi kan mereka juga memberi andil untuk kesuksesan
labtek kita. Yang namanya guru bukan Cuma orang yang resmi ngajarin kita di
sekolah-sekolah lho. They’re too.
6.
Selalu jaga komunikasi dengan partner dan teman
separalel. Jangan sampe nggak, bisa-bisa ketinggalan info bukan Cuma kamu yang
rugi, mereka juga. Jadi, jangan egois.
7.
Jangan terlalu tegang. Labtek sebenernya asik
kok kalo kamu bisa bikin jadi asik. Jangan kayak saya, ditanyain asiten waktu
dry run jawabannya suka nggak bisa dimengerti saking groginya. Ah, malah
curhat. Yah, pokoknya rileks aja.
Udah deh segini dulu. Ntar kalo saya tiba-tiba inget tips
lainnya bakal saya update kok. Makasih udah mau baca :)
Thursday, September 11, 2014
Sensasi Pedasss di "PENYET HUH-HAH"
Ada yang pernah denger “PENYET
PROTHOL”? Nah, warung penyet-penyetan itu sekarang udah ganti nama jadi “PENYET
HUH-HAH”. Saya sebenenernya nggak tau “PENYET PROTHOL” itu gimana dan bahkan
pernah denger namanya pun nggak. Saya baru tau kemaren banget, pas baca spanduk
yang ada di sekeliling warung “PENYET HUH-HAH”. Tulisannya :
“Demi mengembangkan bisnisnya “PENYET
PROTHOL” sekarang menjadi “PENYET HUH-HAH” dengan sensasi sambal nusantara
Cabang 1 Bandung : Jalan Ganesha
Cabang 2 Jogja : akan segera
dibuka Oktober 2014”
Sebenernya kemaren itu tuh saya
pertama kali nyobain makan di situ. Pengen tau aja rasanya gimana dan harganya
mahal nggak sih. Haha, maklum mahasiswa. Kebiasaan banget nyoba-nyoba buat
dapet sesuatu yang kualitasnya bagus dengan harga minim.
Saya pesennya paket “PUPU” dengan
sambel “SI BIANG KEROK”. Orang Jawa udah pada tau kan pupu itu apa? Yep, paha
ayam. Dan sambel “SI BIANG KEROK” itu tuh adalah sambel yang paling pedes di
antara semua jenisnya. Mulai dari suapan pertama, maknyusss, saya langsung
dapet feel sambelnya. Jarang-jarang nih di Bandung nemu ginian. Tekstur dagingnya
juga lembut. Bikin saya nggak pengen berhenti buat makan haha.
Di “PENYET HUH-HAH” ada beberapa
jenis paket. Ada yang iga-igaan, beef-beefan, dan ayam-ayaman. Saya lupa nih
yang iga-igaan ada apa aja, padahal kemaren udah ngapalin biar bisa nulis ini
haha. Kalo yang beef ada paket “KALEM”, “KENYANG”, dan “KALAP”. Kalo yang ayam
ada “PUPU”, “SEWIWI”, dan “DADAH”. Jenis sambelnya ada 4, kalo diurutin dari
yang paling manis sampe paling pedes yaitu “SI MANIS MIRIS”, “SI HIJO blabla
(apa gitu saya lupa, maap)”, “SI blabla TRASI”, dan “SI BIANG KEROK”. Minumannya
gimana? Yah standar warung pinggir jalan lah. Ada lemon, teh, dan air putih. Harga
minumannya murah banget nih, Cuma berkisar antara 1000-4000 rupiah aja! Harga paket-paketnya
juga terjangkau lho.
Lokasinya ada di Jalan Ganesha, di
seberang jalan depan gerbang Sipil ITB. Atau biar lebih jelas lagi yaitu di
pertigaan Taman Sari-Ganesha. Deket-deket sama “Kebun Binatang Bandung”.
Pokoknya kamu harus nyobain deh. Nggak
bakalan nyesel! Apalagi mahasiswa ITB, kalo kalian belum pernah makan di sini
berarti belum pernah ngerasain sensasi HUH-HAH-nya kuliah di Bandung. Haha lebay
ya. Tau deh saya dibayar berapa nanti sama pemiliknya. Canda ding.
Wednesday, September 10, 2014
Fungsi Baffle
Q : Di reaktor berpengaduk kan biasanya ada baffle tuh, sebenernya fungsinya buat apa sih?
A : Kamu pernah mengaduk minuman kan? Coba deh inget baik-baik, kalo minuman kita aduk tanpa berhenti lama-kelamaan akan terbentuk pusaran atau vortex di pusat adukan dan sampai di suatu saat sebagian minuman bisa luber. Nah, prinsipnya sama kayak di reaktor berpengaduk. Tapi kan kalo di reaktor yang dipake fluida-fluida yang mungkin harganya mahal. Rugi dong kalo ada yang terbuang akibat pengadukan. Nah, karena itulah baffle diperlukan. Baffle bisa meredam sebagian efek putaran sehingga meski diaduk terus-menerus fluida nggak akan membentuk vortex.
Terima kasih :)
A : Kamu pernah mengaduk minuman kan? Coba deh inget baik-baik, kalo minuman kita aduk tanpa berhenti lama-kelamaan akan terbentuk pusaran atau vortex di pusat adukan dan sampai di suatu saat sebagian minuman bisa luber. Nah, prinsipnya sama kayak di reaktor berpengaduk. Tapi kan kalo di reaktor yang dipake fluida-fluida yang mungkin harganya mahal. Rugi dong kalo ada yang terbuang akibat pengadukan. Nah, karena itulah baffle diperlukan. Baffle bisa meredam sebagian efek putaran sehingga meski diaduk terus-menerus fluida nggak akan membentuk vortex.
Terima kasih :)
Kompresor vs Pompa
Q : Apa sih bedanya kompresor dengan pompa?
A : Keduanya adalah alat yang berfungsi untuk menambah tekanan. Bedanya kompresor hanya diperuntukkan bagi fluida kompresibel yaitu gas, sedangkan pompa bekerja pada fluida inkompresibel seperti cairan.
Nah, salah satu penggunaan kata yang tidak benar di masyarakat adalah penyebutan kata "pompa" untuk menambah tekanan pada ban kendaraan. Fluida pengisi ban kendaraan kan gas, maka seharusnya alat itu kita sebut "kompresor".
Terima kasih :)
A : Keduanya adalah alat yang berfungsi untuk menambah tekanan. Bedanya kompresor hanya diperuntukkan bagi fluida kompresibel yaitu gas, sedangkan pompa bekerja pada fluida inkompresibel seperti cairan.
Nah, salah satu penggunaan kata yang tidak benar di masyarakat adalah penyebutan kata "pompa" untuk menambah tekanan pada ban kendaraan. Fluida pengisi ban kendaraan kan gas, maka seharusnya alat itu kita sebut "kompresor".
Terima kasih :)
Subscribe to:
Comments (Atom)