Gycentium Credas Disorator adalah nama angkatan IC saya. Angkatan
yang satu ini selalu memberikan warna dalam kehidupan saya. Entah itu senang,
sedih, marah, kecewa, dan sebagainya. Tapi semuanya selalu terasa istimewa.
Sebagai
contoh, tadi sebenernya saya buka akun facebook buat ngeliat daftar tugas osjur
di grup “Teknik Kimia ITB 2012”. Tapi pengen ngeliat grup “Gycentium Credas
Disorator” dulu. Tapinya lagi, eeeh, malah kelamaan ngeliatinnya. Soalnya ada
banyak post bagus dari anak-anak tentang ultah GCD tanggal 6 September kemaren.
Dibacain satu-satu, terus jadi pengen bikin tulisan juga tentang GCD :D.
Saya memang
bukan anggota GCD yang aktif banget, yang sering ngumpul atau komunikasi bareng
anak-anak. Tapi tetep aja kan, saya adalah bagian dari mereka. Tetep aja kan,
saya sayang sama mereka. Jarang ngumpul bukan berarti nggak sayang, jarang
komunikasi bukan berarti lupa.
Ada banyak
cerita yang udah saya lalui bareng GCD. Ada banyak tawa dan tangis. Ada keharuan,
juga kekecewaan. Semuanya wajar. Semuanya natural.
Selalu inget
juga dengan heboh+berisiknya anak-anak cowok, terutama bos Alam Afif Makarim. Selalu
inget cerianya anak-anak cewek, apalagi Bu Naylah Muna. Selalu inget yang
sering dibully, si kapten Alfian Syaputra dan Arif Wisnu Prayoga. Juga ada 115
nama lagi selain nama saya sendiri yang punya keunikan dan kekhasan
masing-masing.
3 tahun
bareng GCD di IC bukan waktu yang sebentar untuk mengukir cerita, menggores
kisah. Dulu, waktu tahun pertama kita seangkatan malah ada kasus “Anti-Gycen”. Mungkin
udah banyak yang lupa. Tapi kasus satu ini cukup bikin GCD terpisah-pisah jadi
tiga kubu. Yang satu “Gycen banget”, yang satu jelas “Anti-Gycen”, dan “si
pihak netral”. Tapi udahlah, cerita yang ini biar jadi kenangan kelam aja. Biar
jadi pembelajaran buat kita semua.
Kelas dua,
mulai banyak banget yang pasang-pasangan. Ada cinlok di mana-mana. Yang ini
penting apa nggak sih buat diomongin? :D tapi yang pasti, GCD terlihat makin
kompak.
Tahun ketiga,
makin bisa nyatu. Terutama karena banyak pertukaran kelas buat persiapan UN,
SNMPTN, dan ujian masuk universitas apa pun. Yang awalnya nggak pernah sekelas
malah bisa jadi deket karena kelas-kelas extra ini. Belajar bareng, main
bareng, makan bareng. Jujur, semua selalu lebih banyak asiknya daripada
sedihnya.
Tahun keempat,
semua berpencar. Misah ke kota universitas masing-masing. Beruntung yang di
Jakarta, Bandung, dan Jogja. Di tiga kota ini masih banyak massa GCD-nya. Masih
bisa ketemu untuk berbagi cerita fakultas atau jurusan masing-masing. Tapi mamang,
jadi jauh lebih jarang ngumpul daripada waktu di IC (iya lah)
Tahun kelima,
tahun keenam, ketujuh, delapan, …, dst akan jadi seperti apa dan bagaimanakah
GCD? Entahlah, hanya Dia yang tahu.
