Tuesday, January 20, 2015

Pipa Mengular Tiada Habisnya



Masa kanak-kanak memang paling indah. Lihatlah, gadis kecil itu asyik berlari-lari, tertawa-tawa, bercanda-canda bersama teman-temannya. Tiada masalah yang membebaninya. Ia merasa lepas, bebas. Meski sempat tersandung tunggul kayu dan terjatuh, ia tetap tertawa bahagia.
Mencari buah cemplukan adalah hobinya belakangan ini. Ia bersemangat sekali mengikuti teman-teman lelakinya berburu buah kecil seperti tomat yang rasanya manis itu. Tetapi, aduh, tiba-tiba ia merasakan panas di kaki bagian belakang lututnya. Spontan ia melompat dan menangis. Terlihat lepuhan kulit di bagian itu, berwarna coklat dan berair. Teman-temannya berlarian mendekatinya, ada yang berusaha menghiburnya, ada yang berusaha mencari daun yang dapat dijadikan obat, ada pula yang mencari penyebab terjadinya kecelakaan itu.
Itu pipa. Ya, sebuah pipa panjang mengular yang entah di mana pangkal dan ujungnya. Pipa itu panas. diameternya sekitar 30 cm. Kecil dan letaknya rendah. Tetapi cukup untuk membuat kaki seorang gadis kecil yang belum bisa melompat tinggi melepuh. Ah, kasihan gadis kecil itu.
Sejak mengalami kecelakaan itu, si gadis kecil yang selalu penuh dengan keingintahuannya bertanya-tanya dalam hati. Pipa apa itu? Mengapa hampir di setiap tempat yang ia datangi ada benda itu? Mengapa pula ada pipa yang panas sekali dan ada yang tidak? Teringat akan pipa besar berwarna hitam di sepanjang jalan raya yang pernah ditemuinya, pertanyaannya pun bertambah lagi.
Pertanyaan-pertanyaan itu diajukannya kepada orang dewasa di sekitarnya. Jawaban yang ia dapat hanyalah: itu pipa minyak, daerah asalnya memang merupakan daerah penghasil minyak. Akhirnya ia menyimpulkan dengan pikiran lugunya bahwa di setiap daerah, terutama di pinggir-pinggir jalan raya pasti ada pipa itu.
Ah, si gadis kecil! Ia tanpa henti terus bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaannya. Hidup memberinya berbagai pengalaman berharga yang mungkin bagi orang lain hanyalah suatu hal biasa. Ah, si gadis kecil! Tubuh lincahnya terus bergerak menelusuri setiap detil baru yang ditemuinya. Hidup mendidiknya dengan kearifan, menjadikan ia selalu dipenuhi keingintahuan.

No comments:

Post a Comment